Senin, 05 Desember 2011

BAB 16 KEPEMIMPINAN

KEPEMIMPINAN

HAKIKAT KEPEMIMPINAN
kepemimpinan adalah kemampuan untuk memengaruhi orang lain guna mencapai tujuan organisasi. ada tiga aspek yang menonjol: manusia, pengaruh, dan tujuan. Kepemimpinan dijalankan oleh manusia, melibatkan penggunaan pengaruh, dan digunakan untuk mencapai tujuan. Pengaruh berarti bahwa hubungan antara manusia tidak terjadi secara pasif.
KEPEMIMPINAN MASA KINI
Konsep kepemimpinan berubah seiring berubahnya organisasi. Artinya, konteks lingkungan tempat kepemimpinan dijalankan memengaruhi pendekatan apa yang paling efektif, di samping pemimpin seperti apa yang paling dikagumi masyarakat.
1. Kepemimpinan Tingkat 5 => Ciri penting pemimpin tingkat 5 adalah hampir hilangnya ego, dibarengi dengan tekad kuat untuk melakukan yang terbaik bagi organisasi. Kepemimpinan tingkat 5 merupakan tingkat tertinggi dalam hierarki kemampuan manajer.
2. Kepemimpinan Interakti=> Kepemimpinan interaktif artinya pemimpin lebih menyukai proses konsensual dan kolaboratif, serta pengaruh muncul lewat hubungan, bukan kekuasaan posisi dan kewenangan formal.
DARI MANAJEMEN KE KEPEMIMPINAN
Perbedaan utama antara manajemen dan kepemimpinan adalah manajemen mengutamakan stabilitas, ketertiban, dan pemecahan masalah di struktur dan sistem organisasi yang ada. Kepemimpinan tidak dapat menggantikan manajemen, melainkan harus melengkapinya. Berbagai upaya awal untuk memahami kesuksesan kepemimpinan berfokus kepada pemimpin. Karakter (traits) adalah ciri pribadi pemimpin yang menonjol, seperti kecerdasan, kejujuran, kepercayaan diri, dan bahkan penampilan.
PENDEKATAN PERILAKU
Dua perilaku kepemimpinan utama yang dianggap penting bagi kepemimpinan adalah perilaku berorientasi tugas dan perilaku berorientasi manusia.
· Penelitian Ohio State
Para peneliti di the Ohio State University menyurvei para pemimpin untuk meneliti ratusan dimensi perilaku pemimpin. Mereka mengidentifikasikan dua perilaku utama : pertimbangan dan struktur permulaan.
a. pertimbangan adalah jenis perilaku yang menggambarkan sejauh mana pemimpin memirkan bawahan, mengharagai pikiran,dan perasaan meraka,serta membangun rasa saling percaya.
b. Struktur permulaan adalah kadar perilaku tugas, yaitu sejauh mana sang pemimpin berorientasi tugas dan mengarahkan pekerjaan bawahannya untuk mencapai tujuan.
· Penelitian Michigan
Para peneliti Universitas Michigan menggunakan istilah pemimpin berorientasi pegawai untuk menyebut pemimpin yang menetapkan tujuan berkinerja tinggi dan menampilkan perilaku suportif terhadap bawahan mereka. Pemimpin yang paling paling efektif disebut pemimpin berorientasi tugas, yaitu mereka yang cenderung lebih memperhatikan pemenuhan jadwal, penghematan biaya, dan efisiensi produksi .
PENDEKATAN KONTINGENSI
Pendekatan Kontingensi (contingency approaches) adalah Model kepemimpinan yang menggambarkan hubungan antara gaya kepemimpinan dan situasi spesifik di organisasi.
Teori Situasional Hersey dan Blanchard
Teori Kepemimpinan Situasional merupakan pengembangan menarik dari teori perilaku yang terangkum pada kisi-kisi kepemimpinan. Pendekatan Hersey dan Blanchard banyak berfokus kepada karakteristik pengikut dalam menentukan perilaku kepemimpinan yang sesuai. Inti pemikiran Hersey dan Blanchard adalah tingkat kesiapan bawahan berbeda-beda.
Teori Kontingensi Fiedler
Titik tolak teori Fiedler adalah sejauh mana gaya pemimpin berorientasi tugas atau berorientasi hubungan (manusia). Fiedler menganggap gaya kepemimpinan sesorang relatif tetap dan sulit diubah. Oleh karena itu, ide dasarnya adalah mencocokkan gaya pemimpin dengan situasi yang paling sesuai dengan efektivitasnya. Dengan mendiagnosis gaya kepemimpinan dan situasi di organisasi, kecocokan dapat diupayakan.
Mencocokkan Gaya Pemimpin dengan Situasi
Pemimpin berorientasi tugas lebih efektif ketika situasinya sangat menguntungkan maupun sangat tidak menguntungkan. Pemimpin berorientasi tugas menonjol disituasi menguntungkan karena semua orang bekerja sama, tugas terdefinisikan dengan jelas, dan pemimpin memiliki semua kekuatan yang diperlukan untuk memerintah mengarahkan.
Pengganti Kepemimpinan
Pengganti variabel situasi yang membuat gaya kepemimpinan tidak diperlukan atau berlebihan. Kepemimpinan menyebabkan gaya kepemimpinan tidak diperlukan lagi. Pembatal merupakan variabel situasi yang membatalkan gaya kepemimpinan dan mencegah pemimpin menunjukkan perilaku tertentu. Meniadakan gaya kepemimpinan dan mencegah pemimpin menunjukkan perilaku tertentu.
KEPEMIMPINAN KARISMATIK DAN TRANSFORMASIONAL
1. Kepemimpinan Karismatik dan Visioner
Pemimpin karismatik adalah pemimpin yang mampu memovitasi bawahannya untuk melebihi kemampuan mereka. Dampak pemimpin karismatik biasanya muncul setelah :
1. Menyatakan visi mulia yang dirasakan oleh semua pegawai
2. Menampilkan kemampuan memahami dan berempati terhadap pengikut dan
3. Memberdayakan dan memercayai bawahan untuk mencapai hasil.
2. Kepemimpinan Transformasional versus Kepemimpinan Transaksional
Pemimpin Transformasional (transformation leaders) adalah pemimpin yang dibedakan oleh kemampuan istimewa mereka untuk memunculkan inovasi dan perubahan.
Pemimpin Transaksional (transactional leaders) adalah pemimpin yang memperjelas peran dan persyaratan tugas bawahan, memelopori struktur, memberikan imbalan yang sesuai, dan memahami bawahan.
Kemampuan pemimpin transaksional untuk memenuhi bawahan dapat meningkatkan produktivitas.
Pemimpin transformasional mampu memimpin perubahan misi,strategi, struktur, dan budaya di organisasi, disamping mendorong inovasi di bidang produk dan teknologi.
KEKUASAAN DAN PENGARUH
Kekuasaasn adalah potensi untuk memengaruhi perilaku orang lain. Kadang-kadang istilah kekuasaan dan pengaruh digunakan bergantian, namun ada perbedaan antara keduanya. Pada dasarnya, pengaruh adalah dampak tindakan seseorang terhadap sikap,nilai,keyakinan,atau perilaku orang lain. Kekuasaan adalah kekuatan untuk menimbulkan perubahan pada seseorang, sementara pengaruh dapat dipandang sebagai kadar perubahan yang terjadi. Kekuasaan muncul lewat interaksi pemimpin dan pengikut.
Kekuasaan Posisi
Posisi manajer memberinya kekuasaan untuk memberi imbalan atau menghukum bawahan untuk memengaruhi perilaku mereka.
Þ Kekuasaan Sah:Kekuasaan yang muncul dari posisi manajemen formal di organisasi dan kewenangan yang diberikan kepadanya.
Þ Kekuasaan Imbalan: Kekuasaan yang berasal dari kewenangan untuk memberikan imbalan kepada orang lain.
Þ Kekuasaan Hukuman: Kewenangan untuk menghukum atau merekomendasikan hukuman.
Kekuasaan Pribadi
Kekuasaan pribadi adalah senjata utama pemimpin,serta menjadi makin penting ketika bisnis makin banyak dijalankan oleh tim pegawai yang kurang toleran terhadap manajemen yang otoriter.
Þ Kekuasaan Ahli: Kekuasaan yang berasal dari pengetahuan atau keahlian khusus seseorang tentang tugas yang sedang dikerjakan tersebut
Þ Kekuasaan Rujukan: Kekuasaan yang berasal dari karakteristik pribadi seseorang yang membuat orang lain yang memihak, menghormati, dan mengagumi hingga menirunya.
Sumber Kekuasaan Lain
Ada sumber-sumber kekuasaan yang lain tidak berhubungan dengan orang atau posisi tertentu, melainkan peran yang dimiliki seseorang di keseluruhan fungsi organisasi. Sumber-sumber penting ini meliputi upaya pribadi, hubungan dengan orang lain, dan informasi.
Þ Upaya Pribadi: Orang yang menunjukkan inisiatif, bekerja melebihi yang diharapkan dari mereka, mengerjakan proyek yang tidak sukai namun penting, serta menunjukkan minat belajar tentang organisasi dan bisnis sering memperoleh kekuasasn
Þ Jejaring Hubungan: Orang yang berkecimpung di jejaring hubungan memiliki kekuasaan yang lebih besar. Membangun hubungan positif dengan atasan atau orang kuat memang cara yang baik untuk mendapatkan kekuasaan, namun orang dengan kekuasaan terbesar adalah mereka yang membina hubungan dengan orang-orang di semua tingkat, baik di dalam maupun di luar organisasi.
Þ Informasi: Informasi merupakan sumber daya bisnis utama , dan orang yang memiliki akses terhadap informasi dan mengendalikan bagaimana dan untuk siapa informasi didistribusikan.
TAKTIK PENGARUH INTERPERSONAL
taktik ini masuk ke kategori-kategori dasar yang bergantung kepada pemahaman terhadap prinsip-prinsip yang membuat orang mengubah perilaku dan sikap. Tujuh prinsip dalam memberikan tersebut melibatkan penggunaan kekuasaan pribadi, bukan hanya kekuasaan posisi atau penggunaan imbalan dan hukuman.
1. Gunakan persuasi yang rasional
2. Buat orang lain menyukai anda
3. Andalkan aturan timbal balik
4. Bangun aliansi
5. Minta apa yang Anda inginkan
6. Manfaatkan kewenangan yang lebih tinggi
7. Berikan imbalan atas perilaku yang Anda inginkan
KEPEMIMPINAN SEBAGAI PELAYANAN
Karakteristik kepemimpinan abdi dan kepemimpinan moral dapat digunakan oleh pemimpin dengan sukses di segala situasi untuk membuat perubahan positif.
Kepemimpinan Abdi
Pemimpin abdi adalah pemimpin yang bekerja untuk memenuhi tujuan dan kebutuhan bawahan mereka, dan mewujudkan tujuan atau misi lebih besar dari organisasi mereka.
Kepemimpinan Moral
Kepemimpinan moral adalah membedakan yang benar dari yang salah dan memilih melakukan hal yang benar dalam melaksanakan kepemimpinan..


Sumber : R.L Daft "Era Baru Manajemen" Buku 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar