Selasa, 11 Mei 2010

Metode Pembelajaran

1. Pengertian Metode Pembelajaran
Metode dapat diartikan sebagai satu cara yang sistematis yang digunakan untuk mencapai tujuan. Dalam pembelajaran metode merupakan alat yang harus berorientasi pada tujuan yang akan dicapai (Alipadie 1984:72 dalam Wakhinuddin, 2009). Cara atau metode mengajar sebagai alat pencapaian tujuan, memerlukan pengetahuan tentang tujuan itu sendiri, karena itu perumusan tujuan dengan sejelas-jelasnya merupakan persyaratan penting sebelum seorang guru menentukan dalam memilih metode mengajar yang tepat.

2. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam metode pembelajaran

Pemilihan metode mengajar yang tepat akan menumbuhkan minat siswa, semakin banyak variasi metode mengajar yang diberikan kepada siswa akan menumbuhkan minat dan motivasi siswa untuk mau belajar, seperti yang diungkapkan oleh Alipadie 1984 (dalam Wakhinuddin 2009):
“Cara mengajar yang menggunakan teknik berbagai jenis dan dilakukan secara tepat dan penuh perhatian oleh guru, akan memperoleh minat belajar para siswa dan karena itu pula akan mempertinggi hasil belajar pada siswa”.
Menurut Surachman dalam suryosubroto (1997:148), menyatakan bahwa: “metode pengajaran, adalah cara pelaksanaan proses pengajaran atau saat bagaimana atau teknisnya sesuatu bahan pelajaran diberikan kepada siswa atau murid-murid di sekolah”.
Berdasarkan pendapat tersebut kemampuan mengajar dengan menggunakan metode yang tepat merupakan tuntunan yang harus dipenuhi guru. Menurut Zuhairini (dalam Nasution, 2001:40), dalam memilih metode mengajar seorang guru harus memperhatikan beberapa hal, yaitu:
1. Kesesuaian metode mengajar yang digunakan dengan kemampuan pelajar.
2. Kemampuan pengajar dalam menggunakan metode tersebut.
3. Kesesuaian metode mengajar yang digunakan dengan fasilitas yang tersedia.
4. Kesesuaian metode mengajar yang digunakan dengan lingkungan pendidikan.

1. Macam-Macam Metode Pembelajaran

1. Metode Ceramah (Preaching Method)
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. (Muhibbin Syah, 2000 dalam Martiningsih 2007). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.

Beberapa kelemahan metode ceramah adalah :
a. Membuat siswa pasif
b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa
c. Mengandung daya kritis siswa
d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya
e. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik
f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata)
g. Bila terlalu lama membosankan.

Beberapa kelebihan metode ceramah adalah :
a. Guru mudah menguasai kelas.
b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
d. Mudah dilaksanakan
2. Metode diskusi ( Discussion method )

(Muhibbin Syah, 2000 dalam Martiningsih, 2007), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ).

Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk:
a. Mendorong siswa berpikir kritis.
b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama.
d. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan
masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.

Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :
a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
b. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
c. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi.

Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :
a. Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal

3. Metode demontrasi ( Demonstration method )

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. (Muhibbin Syah, 2000 dalam Martingsih 2007).

Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa

Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda.
b. Memudahkan berbagai jenis penjelasan .
c. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret, drngan menghadirkan obyek sebenarnya.

Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan
c. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.

4. Metode ceramah plus

Metode ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya. Tiga macam metode ceramah plus yaitu :
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT).
Metode ini adalah metode mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya jawab dan pemberian tugas.
Metode campuran ini idealnya dilakukan secar tertib, yaitu :
1). Penyampaian materi oleh guru.
2). Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa.
3). Pemberian tugas kepada siswa.
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT)
Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya, yaitu pertama guru menguraikan materi pelajaran, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi tugas.
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
Metode ini dalah merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill)

5. Metode resitasi ( Recitation method )

Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri
Kelebihan metode resitasi sebagai berikut :
a. Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
b. Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri

Kelemahan metode resitasi sebagai berikut :
a. Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
b. Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual

6. Metode percobaan ( Experimental method )

Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan.
Kelebihan metode percobaan sebagai berikut :
a. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.
b. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.
c. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.

Kekurangan metode percobaan sebagai berikut :
a. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen.
b. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran.
c. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi

Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah. Dengan eksperimn siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya.

7. Metode Karya Wisata

Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.

Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
b. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
c. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.

Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
b. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
c. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.
d. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.
e. Biayanya cukup mahal.
f. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.

Menurut Roestiyah (2001:85 dalam Martingsih,2007) ,teknik karya wisata ini digunakan karena memiliki tujuan sebagai berikut: Dengan melaksanakan karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya, dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang serta dapat bertanya jawab mungkin dengan jalan demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran, ataupun pengetahuan umum. Juga mereka bisa melihat, mendengar, meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya, agar nantinya dapat mengambil kesimpulan, dan sekaligus dalam waktu yang sama ia bisa mempelajari beberapa mata pelajaran.

8. Metode latihan keterampilan ( Drill method )

Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar , dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya. Contoh latihan keterampilan membuat tas dari mute/pernik-pernik.

Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
a. Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
b. Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam peralian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya.
c. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.

Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
a. Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.
b. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
c. Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.
d. Dapat menimbulkan verbalisme.

9. Metode Tanya Jawab
Meode ini memiliki 3 point penting yaitu pertanyaan, respon dan reaksi. Metode Tanya jawab diartikan sebagai format interaksi antara guru dan siswa melalui kegiatan bertanya yang dilakukan guru untuk mendapatkan respons scara lisan dari siswa, agar dapat menumbuhkan engetahuan baru pada diri siswa. Sehingga dalam metodeini, keaktifan siswa tergantung pada keaktifan guru dan keberhasilanmetode ini tergntung pada penguasaan guru terhadap teknik-teknik bertanya dan jenis-jenis bertanya.
>> Jenis peratnyaan dan teknik bertanya
Sadker menklasifikasikan 6 jenis tingkat pertanyaan dari tingkat pertanyaan paling rendah hingga ke yang paling tingggi, yaitu:
(i) Pertanyaan penguatan/ Ingatan (knowledgelrecall questation) adalah pertanyaan kognitif tingkat terendah untuk mengungkapkan pengetahuan siswa tentang fakta , kaidah, kejadian dan yang sejenis dengal itu. Pertanyaan pengetahuan di bagi 2:
- Pertanyaan biner, yang memintan jawaban ya atau tidak
Contoh : Apakah wesel termasuk uang Giral?
- Pertanyaan yang meminta jawaban dengan mengingat kembali istilah atau satu kalimat (tidak sama persis)
Contoh: Siapa bapak perkoperasian Indonesia?
Dalam pertanyaan pengetahuan ini sering digunakan kata seperti; siapa?, kapan?, apa?, di mana?, definisikan, sebutkan, dari mana? dan berapa?.
(ii) Pertanyaan Pemahaman yakni suatu peratnyaan yang menghendaki jawabn yang membutuhkan pengolahan informasi dalam bentuk gagasan atau kata, kalimat, bahasa sendiri atau pun dapat meninterprestasikan informasi yang terkadung dalam bakan.
Contoh: Jelaskan apa yang terjadi pada neraca pembayaran bila nilai exporter lebih tinggi?
Beberapa kata yang sering digunakan dalam pertanyaan pemahaman antara lain: Uraikanlah!, jelaskan! Bandingkan!, Apakah Ide pokok..?
(iii) Pertanyaan Penerapan adalah pertanyaan yang menghendaki penerapan pengetahuan (kaidah, prinsip, dalil, dan lain-lain) untuk menentukan jawaban yang benar.
Contoh: Berapa subsidi yang diterima produsen jika diketahui fungsi permintaan Qd= 20 – p, dan fungi penawaran Qs=p-10
Pertanyaan penerapan sering menggunakan beberpa kata seperti; Pilihla!, Yang manakah?, Selesaikanlah, Klasifikasikanlah!
(iv) Pertanyaan Analisis yakni suatu pertanyaan yang menghendaki jawaban berupa pengenalan motif atau sebab, menggambarkan kesimpulan dan menetapkan bukti atau membuktikan. Pertanyaan ini memerlukan waktu berpikir yang sungguh-sungguh untuk menjawabnya. Jadi seorang guru hendaknya waspada dengan jawaban yang padat dan jelas. Jawaban yang demikian mungkin hanya merupakan reproduksi bagian tertentu dari buku teks, dan bukan merupakan hasil pemikiran siswa sendiri.
(v) Pertanyaan Sintesis yakni pertanyaaan yang menghendaki jawaban yang berupa prediksi, ide orisnil dan pemecahan masalah. Pertanyaan ini mengharuskn siswa berpikir orisinil kreatif, sehingga dapat sehingga dapat meningkatkan daya penalaran dan kreativitas siswa.
Contoh: Apa yang terjadi jika inflasi di Negara telah mencapai 8%?
Dengan semakin mudahnya barang import yang masuk ke Negara kita, bagaimana dengan nasib produk dalam negeri yang tak bersaing dan keadaan perekonomian Indonesia di masa datang?
(vi) Pertanyaan Evaluasi yakni suatu pertanyaan yang menghendaki jawaban berupa pembuatan keputusan, dan/atau member pendapat.
Contoh: Apakah kamu setuju dengan larangan merokok?
10. Metode kerja klompok
Merupakan metode belajar yang memilkik kadar CBSA yang tinggi, kerja kelompok juga ditandai adanya; tugas bersama, pembagian tugas dalam kelompok, ada kerja sama antara anggota kelompok dalam penyelesaian tugas kelompok.
- Jenis cara pengelompokan dapat dilaksanakan dengan cara
a. Pengelompokan didasarkan atas ketersedian faslitas
b. Pengelompokan atas dasar perbedaan individual dalam minat belajar
c. pengelompokan berdasarkan perbedaan individual dan kemampuan belajar
d. pengelompokan untuk memperoleh untuk memperoleh dan mempebesar sebagai anggota kelompok
e. pengelompokan ats dasar pembagian pekerjaan
- Variabel yang menetukan keberhasilan kerja kelompok yaitu, tujuan yang jelas, interaksi anggota kelompok, kepemiminan kelompok, suasana kerja kelompok, tingkat kesulitan tugas .- Rambu-rambu dalam kerja kelompok adalah
(i) Pesan terpenting dari metode kerja kelompok adalah pemecahan masalah atau penunain tugas melalui proses kelompok
(ii) Penyelanggaran kemampuan kelompok diusahakan semaksimal mungkin, baik dilaksanakan dengan pengelompokan secara acak atau pun diatur
(iii) Sasaran penilaian dalam kerja kelompok adalah aspek produk kelompok dan peningkatan kemampuan kerja kelompok dalam tugasnya.
(iv) Baik guru dan siswa dituntut kesediaanya belajar tentang bagaimana kerja kelompok.
(v) Adanya masalah yang pontensial baik bersumber dari anggota maupun berasal dari proses kerja kelompok sendiri.
- peran guru dalam metode kerja kelompok ini adalah sebagai pengelola(manajer), pengamat, pemberi saran(advior) dan sebagai penilai(evaluator)

11. Metode Pemberian tugas
Diartika sebagai format interaksi belajar-mengajar yang ditandai adanya satu atau lebih tugas yang deberikan oleh guru, dimana penyelesaian tugas itu dilakaukan secara peseorangan atau kelompok sesuai perintahnya. Berdasarkan pendapat Davies (198) jenis-jenis tugas dipilahkan, yaitu; tugas latihan, tugas mempelajari buku tertentu, tugas mempelajari suatu topic tertentu, tugas proyek, studi experiment dan tugas prktis.

13. Metode Simulasi
Dawson ,Clark C.Abt. Berpendapat bahwa metode simulasi berkenaan dengan prilaku berpura-pura dan situasi tiruan . Gilstrap (1975:87) juga menandai bahwa simulasi dtandai dari dua hal yaitu:
a. Siswa berprilaku sebagai orang lain
b. Siswa terlibatdalam suatu situasi tiruan.
* Keunggulan metode simulasi
-Menciptakan kegembiraan pad diri siswa, sehingga para siswa terdorng untuk berpartisipasi
-Menguarangi keabstrakan dari hal-hal yang dipelajari
-Sering kali memeperoleh respons yang positif dari siswa yang lamban, kurang cakap, atu kurang memotivasinya
-Memberikan pemikiran yang kritis pad diri sendiri, arena terlibat langsung dalam mengaalisis yang mungkin dan konsekuensi dari langka itu.
* Kekurangan metode simulasi
-Metode ini memerlukan pengelompokan yang luwes
-Seringkali mengundang kecaman dari orang tua, karana kegiatannya melibatkan unsur permaian didalamnya
-Keefektifan dalam kegiatan belajar belum dapat dilaporkan dalam penelitian mutakhir
-Metode ini menjadi mahal semenjak banyak permainan simulasi yang komersial.

14. Metode mengajar beregu ( Team teaching method )
Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya, setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.

15. Metode mengajar sesama teman ( Peer teaching method )

Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri

16. Metode pemecahan masalah ( Problem solving method )

Metode ini adalah suatu metode mengajar yang mana siswanya diberi soal-soal, lalu diminta pemecahannya.

17. Metode perancangan ( projeck method )

yaitu suatu metode mengajar dimana pendidik harus merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.

Kelebihan metode perancangan sebagai berikut :
a. Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyuluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
b. Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Kekurangan metode perancangan sebagai berikut :
a. Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
b. Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini.
c. Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan.
d. Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.

18. Metode Bagian ( Teileren method )

yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian, misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya.

19. Metode Global (Ganze method )

yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut.

20. Metode Discovery

Metode Discovery menurut Suryosubroto (2002:192 dalam Martingsih, 2007) diartikan sebagai suatu prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran perseorangan, manipulasi obyek dan lain-lain, sebelum sampai kepada generalisasi.
Metode discovery memiliki kebaikan-kebaikan seperti diungkapkan oleh Suryosubroto (2002:200 dalam Murtingsih, 2007) yaitu: (a) Dianggap membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan ketrampilan dan proses kognitif siswa, andaikata siswa itu dilibatkan terus dalam penemuan terpimpin. Kekuatan dari proses penemuan datang dari usaha untuk menemukan, jadi seseorang belajar bagaimana belajar itu, (b) Pengetahuan diperoleh dari strategi ini sangat pribadi sifatnya dan mungkin merupakan suatu pengetahuan yang sangat kukuh, dalam arti pendalaman dari pengertian retensi dan transfer, (c) Strategi penemuan membangkitkan gairah pada siswa, misalnya siswa merasakan jerih payah penyelidikannya, menemukan keberhasilan dan kadang-kadang kegagalan, (d) metode ini memberi kesempatan kepada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya sendiri, (e) metode ini menyebabkan siswa mengarahkan sendiri cara belajarnya sehingga ia lebih merasa terlibat dan bermotivasi sendiri untuk belajar, paling sedikit pada suatu proyek penemuan khusus, (f) Metode discovery dapat membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses-proses penemuan. Dapat memungkinkan siswa sanggup mengatasi kondisi yang mengecewakan, (g) Strategi ini berpusat pada anak, misalnya memberi kesempatan pada siswa dan guru berpartisispasi sebagai sesame dalam situasi penemuan yang jawaban nya belum diketahui sebelumnya, (h) Membantu perkembangan siswa menuju skeptisssisme yang sehat untuk menemukan kebenaran akhir dan mutlak.

Kelemahan metode discovery Suryosubroto (2002:2001 dalam Martingsih, 2007) adalah: (a) Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk cara belajar ini. Misalnya siswa yang lamban mungkin bingung dalam usanya mengembangkan pikirannya jika berhadapan dengan hal-hal yang abstrak, atau menemukan saling ketergantungan antara pengertian dalam suatu subyek, atau dalam usahanya menyusun suatu hasil penemuan dalam bentuk tertulis. Siswa yang lebih pandai mungkin akan memonopoli penemuan dan akan menimbulkan frustasi pada siswa yang lain, (b) Metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar. Misalnya sebagian besar waktu dapat hilang karena membantu seorang siswa menemukan teori-teori, atau menemukan bagaimana ejaan dari bentuk kata-kata tertentu. (c) Harapan yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa yang sudahy biasa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional, (d) Mengajar dengan penemuan mungkin akan dipandang sebagai terlalu mementingkan memperoleh pengertian dan kurang memperhatikan diperolehnya sikap dan ketrampilan. Sedangkan sikap dan ketrampilan diperlukan untuk memperoleh pengertian atau sebagai perkembangan emosional sosial secara keseluruhan, (e) dalam beberapa ilmu, fasilitas yang dibutuhkan untuk mencoba ide-ide, mungkin tidak ada, (f) Strategi ini mungkin tidak akan memberi kesempatan untuk berpikir kreatif, kalau pengertian-pengertian yang akan ditemukan telah diseleksi terlebih dahulu oleh guru, demikian pula proses-proses di bawah pembinaannya.

21. Metode Inquiry

Metode inquiry adalah metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Inquiry menempatkan peserta didik sebagai subyek belajar yang aktif (Mulyasa , 2003:234 dalam Martingsih, 2007).

Langkah-langkah dalam proses inquiry adalah menyadarkan keingintahuan terhadap sesuatu, mempradugakan suatu jawaban, serta menarik kesimpulan dan membuat keputusan yang valid untuk menjawab permasalahan yang didukung oleh bukti-bukti. Berikutnya adalah menggunakan kesimpulan untuk menganalisis data yang baru (Mulyasa, 2005:235 dalam Martingsih, 2007).
Teknik inquiry ini memiliki keunggulan yaitu : (a) Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar ide-ide dengan lebih baik. (b) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru. (c) mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersifat jujur, obyektif, dan terbuka. (d) Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri. (e) Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik. (f) Situasi pembelajaran lebih menggairahkan. (g) Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu. (h) Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri. (i) Menghindarkan diri dari cara belajar tradisional. (j) Dapat memberikan waktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.


















BAB III
PENERAPAN
Penerapan Dalam Pembelajaran Ekonomi di SMA Islam Kepanjen
Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru ekonomi kelas X khususnya X IPS 1 di SMA Islam Kepanjen, mayoritas menggunakan metode ceramah dan diskusi, tetapi tidak menutup kemungkinan guru menggunakan metode yang lainnya sesuai dengan materi yang ada. Saat memulai suatu materi baru biasanya guru menerangkan terlebih dahulu dengan metode ceramah untuk topik-topik pada bab yang bersangkutan, guru yang menjelaskan sedikit poin-poin dalam bab tersebut. Hal ini bertujuan untuk menggali kemampuan siswa agar para siswa berusaha memahami materi yang ada tanpa harus selalu diceramahi oleh guru. Apabila ada hal-hal yang tidak dimengerti siswa, maka siswa dapat bertanya pada gurunya tentang apa yang tidak dimengerti. Untuk itu sebelum memulai materi yang baru, para siswa harus belajar terlebih dahulu agar mampu dengan mudah mengikuti pelajaran. Saat menjelaskan materi gurupun berusaha untuk membuat siswa berpikir secara aktif yaitu dengan cara memberikan masalah-masalah yang berkaitan dengan pelajaran yang sedang berlangsung, sehingga membuat para siswa berpikir untuk menemukan solusi dari masalah tersebut.
Selanjutnya, metode yang sering digunakan adalah metode diskusi. Sebelum memulai diskusi, guru telah terlebih dahulu menerangkan materi yang berkaitan dengan tema diskusi. Selanjutnya guru membagi kelas ke dalam beberapa kelompok dan memberikan beberapa topi pada tiap-tiap kelompok untuk didiskusikan dengan teman kelompoknya dan selanjutnya dipresentasikan di depan kelas, saat melaksanakan presentasi tiap siswa diminta aktif dsalam menanggapi topic yang sedang didiskusikan, sehingga diharapkan semua siswa memahami materi yang ada.
Sebagai contoh mata pelajaran ekonomi standar kompetensi memahami uang dan perbankan, kompetensi dasar membedakan peran bank umum dan bank sentral. Saat memulai pelajaran guru menyampaikan materi secara singkat tentang bank, menjelaskan perbedaan peran bank umum dan bank sentral, menyebutkan produk-produk perbankan. Untuk selanjutnya guru membagi siswa dalam 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 siswa.
• Masing-masing kelompok diberi tugas membahas artikel yang telah dibawakan guru dan dipresentasikan di depan kelas.
• Masing-masing kelompok membahas salah satu dari artikel. Artikel berupa: bank sental, bank umum, bank perkreditan rakyan atau bank syariah. Waktu berdiskusi 20 menit.
• Melakukan presentasi penilaian hasil diskusi.
Yang terakhir guru menyampaikan pertanyaan kepada siswa tentang materi hari ini
Selain metode diskusi dan ceramah, untuk member variasi dalam menjelaskan materi, guru terkadang menggunakan metode demontrasi, yaitu para siswa mempraktekan materi yang sedang dipelajari, misalnya materi pasar saat terjadi penawaran dan permintaan, di bank saat menabung, dan sebagainya.
Ada juga permainan yang bertujuan untuk meningkatkat daya tarik dan agar siswa lebih terkesan dengan materi yang diberikan. Karena biasanya seseorang akan mengingat Sesuatu yang ditampilakan secara berbeda dari biasanya. Untuk itu diperlukan kreativitas yang tinggi dari gurunya dan keaktifan dari siswa itu sendiri.
Untuk lebih memperkaya ilmu yang dimiliki, pihak sekolah mempersiapkan karyawisata yang berbentuk studi kampus maupun studi banding. Biasanya pihak sekolah memberikan kebebasan pada para siswa untuk mengikuti acara ini atau tidak. Untuk anak-anak ilmu sosial biasanya mengunjungi fakultas ilmu sosial atau fakultas ekonomi (apabila mengunjungi universitas) atau tempat-tempat lain yang berhubungan dengan ekonomi. Agar para siswa tidak terlalu tertekan, biasanya selain mengadakan studi banding ataupun studi kampus juga diadakan wisata mengunjungi ntempat-tempat pariwisata yang ada disekitar tempat yang digunakan untuk studi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar